Kamis, 15 Oktober 2015

Aksi Damai Memerangi Asap



Aksi Damai Memerangi Asap Seve Borneo

Save Indonesia

Aksi Damai Memerangi Asap 11 Oktober 2015
Semakin parah asap di Kalimantan Tengah pada tahun ini, berdasarkan data pemadaman kebakaran BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak Januari hingga 10 September mencapai 940,9 ha. Pada 2014, kebakaran lahan menghanguskan 4.022 ha.
Sebagai warga kalimantan hati kami tergerak untuk melakukan tindakan,tindakan apa yang bermanfaat untuk mencegah kebakaran hutan atau mengkritik pemerintah agar diupayakan pemadaman area kebakaran hutan yang berada di titik-titik api. Kami bersama organisasi yang ada di palangkaraya melakukan aksi damai memerangi asap. Disitu kami menyerukan, mengkritik, serta melakukan pembagian masker kepada masyarakat. yang di laksanakan di bundaran besar pada hari minggu 11 Oktober 2015. Aksi yang kami lakukan tidak ada ikut campur tangan dari pihak mana pun, kami melakukan aksi tersebut karena kami sudah tidak tahan lagi untuk meraskan dampak asap yang di akibatkan kebakaran hutan, kami mengkritik perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan agar di tindak secara tegas dan adil.

 Kerugian yang ditimbulkan dari bencana ini sangat besar. Kerugian yang terjadi akibat bencana asap itu tidak hanya materi yang tak terhitung nilainya, tetapi juga kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Bencana asap itu bahkan telah merenggut korban jiwa gadis kecil tunas bangsa akibat terpapar asap pekat yang terjadi di Pekanbaru, Kamis pekan lalu. Belum lagi puluhan ribu orang di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena terpapar asap.
Saat ini di kalimantan saja, kerugian diperkirakan Rp 2,6 triliun akibat pencemaran udara yang timbul oleh kabut asap, dampak ekologis, ekonomi, kerusakan tidak ternilai, dan biaya pemulihan lingkungan. Nilai kerugian itu belum termasuk kerugian sektor ekonomi, pariwisata, dan potensi yang hilang dari lumpuhnya penerbangan.
Sampai artikel ini saya terbitkan asap pun masih menyelimuti kota palangkaraya dan sekitarnya bahkan jarak pandang masih tetap pada kisaran 50-100 meter, bayangkan saja kami yang di tinggal di daerah rawan bencana asap setiap hari menghirup asap, memang dampak bagi kesehatan tidak timbul pada saat ini juga melainkan di masa mendatang. PALANGKARAYA JUGA INDONESIA, kami sangat memerlukan bantuan dari pemerintah atau pihak mana pun. Banyak dari balita yang mencadi korban serta adik-adik kita di liburkan sekolahnya. 
Untuk saudara-saudara kami dari daerah Suamtra dan daerah lain yang terkena bencana asap. Mari kita bersama-sama melawan asap. Ajaukan kiritikan saudara-saudara kepada pemerintah, untuk PARA PEMBAKAR HUTAN  ingatlah kalian juga mempunyai anak dan cucu bagaimana keberlangsungan hidup mereka apa bila hutan kalian bakar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar