Aksi Damai Memerangi Asap Seve Borneo
Save Indonesia
| Aksi Damai Memerangi Asap 11 Oktober 2015 |
Semakin
parah asap di Kalimantan Tengah pada tahun ini, berdasarkan data pemadaman
kebakaran BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak
Januari hingga 10 September mencapai 940,9 ha. Pada 2014, kebakaran lahan
menghanguskan 4.022 ha.
Sebagai
warga kalimantan hati kami tergerak untuk melakukan tindakan,tindakan apa yang
bermanfaat untuk mencegah kebakaran hutan atau mengkritik pemerintah agar
diupayakan pemadaman area kebakaran hutan yang berada di titik-titik api. Kami
bersama organisasi yang ada di palangkaraya melakukan aksi damai memerangi
asap. Disitu kami menyerukan, mengkritik, serta melakukan pembagian masker kepada
masyarakat. yang di laksanakan di bundaran besar pada hari minggu 11 Oktober 2015. Aksi yang kami lakukan tidak ada ikut campur tangan dari pihak mana pun, kami
melakukan aksi tersebut karena kami sudah tidak tahan lagi untuk meraskan
dampak asap yang di akibatkan kebakaran hutan, kami mengkritik perusahaan yang
terbukti melakukan pembakaran hutan agar di tindak secara tegas dan adil.
Kerugian yang ditimbulkan dari bencana ini
sangat besar. Kerugian yang terjadi akibat bencana asap itu tidak hanya materi
yang tak terhitung nilainya, tetapi juga kerusakan lingkungan dan menurunnya
kualitas kesehatan masyarakat. Bencana asap itu bahkan telah merenggut korban
jiwa gadis kecil tunas bangsa akibat terpapar asap pekat yang terjadi di
Pekanbaru, Kamis pekan lalu. Belum lagi puluhan ribu orang di wilayah Sumatera
dan Kalimantan yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena
terpapar asap.
Saat ini di kalimantan
saja, kerugian diperkirakan Rp 2,6 triliun akibat pencemaran udara yang timbul
oleh kabut asap, dampak ekologis, ekonomi, kerusakan tidak ternilai, dan biaya
pemulihan lingkungan. Nilai kerugian itu belum termasuk kerugian sektor
ekonomi, pariwisata, dan potensi yang hilang dari lumpuhnya penerbangan.
Sampai artikel
ini saya terbitkan asap pun masih menyelimuti kota palangkaraya dan sekitarnya
bahkan jarak pandang masih tetap pada kisaran 50-100 meter, bayangkan saja kami
yang di tinggal di daerah rawan bencana asap setiap hari menghirup asap, memang
dampak bagi kesehatan tidak timbul pada saat ini juga melainkan di masa
mendatang. PALANGKARAYA JUGA INDONESIA, kami sangat memerlukan bantuan dari
pemerintah atau pihak mana pun. Banyak dari balita yang mencadi korban serta
adik-adik kita di liburkan sekolahnya.
Untuk saudara-saudara
kami dari daerah Suamtra dan daerah lain yang terkena bencana asap. Mari kita
bersama-sama melawan asap. Ajaukan kiritikan saudara-saudara kepada pemerintah,
untuk PARA PEMBAKAR HUTAN ingatlah
kalian juga mempunyai anak dan cucu bagaimana keberlangsungan hidup mereka apa
bila hutan kalian bakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar